PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) meluncurkan strategi fokus untuk menjaga kinerja perseroan tetap unggul dan terus berkembang, sebagai respon terhadap tekanan yang dialami oleh pasar saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sebagai respons terhadap penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang turun lebih dari 5 persen. Dalam paparan publik tahunan di Jakarta, Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja menyatakan bahwa perseroan akan terus memastikan kinerja yang positif dan berkesinambungan. Sebagai bank tertua di Indonesia, OCBC NISP telah melewati berbagai tantangan ekonomi di masa lalu, termasuk krisis pada tahun 1998 dan 2008. Meskipun demikian, perseroan tetap memegang prinsip penting untuk menjaga kinerja yang stabil dan hati-hati. OCBC juga memastikan likuiditas yang mencukupi dan kualitas penyaluran kredit yang baik, sebagai upaya untuk menghadapi kondisi pasar yang volatile. IHSG mengalami kenaikan pada hari Kamis, didorong oleh saham sektor teknologi. Meskipun sebagian besar saham bank besar masih merah, saham OCBC (NISP) mencatat kenaikan harga yang signifikan. Pada tahun 2024, OCBC mencatat pertumbuhan laba bersih yang positif serta pertumbuhan total kredit dan simpanan nasabah. Perseroan memiliki modal kuat yang mencukupi, tercermin dalam rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,6 persen. Dengan strategi yang tepat dan kinerja yang baik, OCBC siap untuk menjawab tantangan masa depan.


