Fore Coffee menargetkan penjualan meningkat 40 hingga 50 persen year on year (yoy) pada tahun 2025, dibantu dengan penambahan outlet baru untuk mendukung target tersebut. Hingga September 2024, penjualan perusahaan mencapai Rp727 miliar, meningkat 135 persen (yoy) dari tahun sebelumnya. CEO Fore Coffee, Vico Lomar, menyampaikan bahwa pangsa pasar perusahaan masih kecil, namun hal ini dianggap sebagai peluang untuk pertumbuhan lebih lanjut.
Untuk mencapai peningkatan penjualan yang diinginkan, Fore Coffee berencana membuka 72 outlet baru pada tahun 2025, dengan total 140 outlet baru sampai 2026, dan total 600 outlet dalam empat tahun ke depan. Rencana ekspansi ini akan didukung oleh dana yang diperoleh dari Initial Public Offering (IPO) dengan target mencapai Rp379,8 miliar. Sebagian besar dana dari IPO akan dialokasikan untuk memperluas jaringan outlet di seluruh Indonesia guna memperkuat posisi Fore Coffee sebagai pemimpin pasar kopi premium di negara tersebut.
Penawaran Umum Perdana Saham atau IPO Fore Coffee di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan segera dilakukan, dengan menawarkan sekitar 1,88 miliar lembar saham. Proses penawaran umum akan dilakukan dengan harga antara Rp160 hingga Rp202 per saham. Diperkirakan dana segar yang diperoleh dari IPO mencapai Rp379,8 miliar. Proses penawaran umum akan dilakukan pada tanggal 26 Maret hingga 9 April 2025, dengan rencana resmi melantai di BEI pada 11 April 2025.
Melalui langkah-langkah ini, Fore Coffee berharap dapat menggenjot pertumbuhan penjualan dan ekspansi ke depan untuk memperkuat posisinya di pasar kopi premium Indonesia.


