Saturday, May 16, 2026
HomeFinansialSri Mulyani Puji Kinerja Indeks Manufaktur dan Neraca Dagang RI

Sri Mulyani Puji Kinerja Indeks Manufaktur dan Neraca Dagang RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa perkembangan indeks manufaktur atau Purchasing Manager Index (PMI) dan posisi neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan kinerja yang positif. Pernyataan Sri Mulyani ini merespons laporan lembaga pemeringkat internasional Moody’s yang menyatakan ekonomi Indonesia tetap kuat didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan mantap.

“Saat ini kondisi ekonomi Indonesia sangat baik, dengan PMI yang positif dan neraca perdagangan yang sehat. Kami akan terus memberikan informasi lebih lanjut terkait hal ini,” kata Sri Mulyani setelah menghadiri Sidang Kabinet Paripurna dan acara buka puasa bersama di Istana Kepresidenan Jakarta.

Menanggapi pertanyaan tentang rencana peningkatan royalti dari sektor mineral dan batu bara, Sri Mulyani memilih untuk tidak memberikan komentar. Hal ini dikarenakan usulan peningkatan royalti masih dalam tahap pembahasan oleh pemerintah melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Usaha Pertambangan Batubara, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2022 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak di Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia.

Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa pada bulan Februari 2025, PMI manufaktur Indonesia mencapai angka 53,6, naik 1,7 poin dari bulan sebelumnya. Angka PMI di atas 50 menandakan kondisi ekspansif, dan pencapaian tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 3,12 miliar dolar AS pada bulan Februari 2025, meskipun sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Sejumlah data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kinerja ekonomi yang solid dan perekonomian yang stabil di tengah perubahan global. Sri Mulyani menegaskan bahwa hal ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer