Friday, May 8, 2026
HomeBursaPentingnya Partisipasi Publik dalam Memulihkan IHSG

Pentingnya Partisipasi Publik dalam Memulihkan IHSG

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyatakan bahwa pemerintah perlu mendengarkan masukan publik untuk memulihkan kembali kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia. Menurutnya, lemahnya IHSG disebabkan oleh beberapa preseden negatif belakangan ini, termasuk terkait tata kelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Investor juga menjadi waspada terhadap konsep Danantara yang mengelola keuntungan dari BUMN, terutama sektor perbankan. Rapat umum pemegang saham bank Himbara yang akan diselenggarakan pekan ini juga dinilai mempengaruhi sentimen investor. Penunjukan Thaksin Shinawatra sebagai Dewan Penasihat Danantara juga disoroti karena dampaknya terhadap kepercayaan investor.

Di sisi lain, dinamika politik dalam negeri juga disebut turut memicu pelemahan IHSG, khususnya penolakan RUU TNI yang berujung pada pengesahan draf menjadi undang-undang. Ekspansi partisipasi militer dalam sektor ekonomi diprediksi dapat menekan kepercayaan investor, sehingga bisa membuat Indonesia dianggap sebagai pasar yang berisiko. Bhima menekankan pentingnya pemerintah memperbaiki kepercayaan publik guna menghindari risiko yang lebih besar, termasuk dampaknya terhadap foreign direct investment (FDI).

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, berpendapat bahwa struktur pengurus Danantara bukanlah penyebab koreksi IHSG. Menurutnya, kepengurusan Danantara diisi oleh para profesional berpengalaman. CEO Rosan Perkasa Roeslani juga meyakini bahwa struktur kepengurusan Danantara akan memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia dan masyarakatnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai bahwa pelemahan IHSG hari ini lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar.

IHSG pada Senin sore ditutup melemah 96,96 poin atau 1,55 persen ke posisi 6.161,22. Indeks LQ45 juga turun 11,00 poin atau 1,59 persen ke posisi 681,02. Kesimpulannya, langkah pemerintah mendengarkan masukan publik, memperbaiki kepercayaan investor, dan mendorong stabilitas politik menjadi kunci dalam memulihkan kinerja IHSG dan meningkatkan kepercayaan pasar saham Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer