Perjalanan panjang saat mudik Lebaran seringkali dihadapkan pada berbagai kendala tak terduga, mulai dari kecelakaan hingga kondisi darurat lainnya. Dalam situasi genting seperti itu, setiap pemudik perlu melakukan persiapan matang, termasuk dengan menyimpan nomor layanan darurat yang bisa dihubungi dengan cepat. Dengan demikian, bantuan yang diperlukan bisa segera diberikan untuk meminimalkan potensi risiko bahaya atau kerugian.
Menyimpan nomor layanan darurat sebenarnya penting untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan. Berikut adalah daftar nomor layanan darurat yang sebaiknya disimpan oleh pemudik atau pengendara perjalanan jauh: Ambulans (118, 119), Kepolisian (110), Nomor Darurat Terintegrasi (112), Pemadam Kebakaran (113), dan Search and Rescue (SAR) (115).
Tidak hanya itu, pemudik juga perlu memperhatikan nomor jalan tol dan call center, seperti Angkasa Pura (172), Jalur Mudik 24 Jam (WA 0822 8885 8884), Jasa Marga 24 Jam (14080), serta informasi dari Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan.
Selain itu, ada nomor call center pelabuhan, nomor darurat terkait keamanan seperti Polisi dan NTMC Korlantas POLRI, serta nomor darurat untuk penyelamatan seperti Ambulans, BNPB, PMI, dan SAR Nasional. Pastikan semua nomor darurat tersimpan dengan jelas di kontak ponsel dan bagikan kepada keluarga dan teman perjalanan mudik. Saat menghubungi layanan darurat, usahakan tetap tenang dan berikan informasi dengan jelas.
Untuk panduan lengkap seputar mudik Lebaran, pemudik dapat mengakses MudikPedia 2025 yang disediakan oleh Kemkominfo. Platform ini memberikan informasi real-time mengenai jalur mudik, rest area, kondisi lalu lintas, dan kebutuhan perjalanan lainnya. Selama perjalanan, pastikan kondisi tubuh dan kendaraan prima, istirahat cukup sebelum berkendara, serta patuhi rambu lalu lintas. Dengan persiapan dan pengetahuan yang cukup, mudik Lebaran tahun ini diharapkan berjalan lancar dan aman bagi semua pemudik.


