Formasi jajaran komisaris beserta jajaran direksi bank-bank Himbara didominasi sosok profesional, menurut Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin. Wijayanto menilai pengurangan jumlah BoC sejalan dengan efisiensi yang dianjurkan pemerintah, dengan tidak ada relawan atau influencer dalam list tersebut. Pengumuman daftar jajaran komisaris dan direksi Himbara dalam RUPST diapresiasi oleh pengamat ekonomi, setelah BPI Danantara mengumumkan struktur kepengurusan yang didominasi tokoh profesional. Wijayanto berharap formasi profesionalizme tersebut juga diterapkan di BUMN lainnya, seperti Pertamina dan PLN, untuk meningkatkan kepercayaan publik dan investor. Wijayanto juga menyoroti konflik kepentingan yang harus dihindari, terutama dengan adanya pejabat BI yang terlibat di Himbara. Selama tiga hari berturut-turut, Himbara telah mengadakan RUPST dengan perubahan susunan pengurus perseroan yang menjadi perhatian, termasuk pergeseran nama-nama direksi dan komisaris antar-Himbara. Pejabat BI juga terlibat dalam jajaran komisaris Himbara, menunjukkan arah dari pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme di sektor perbankan BUMN. Menurut Airlangga Hartarto, pasar menyambut baik langkah ini karena efisiensi struktur direksi dan komisaris yang lebih ringkas dan diisi oleh para profesional.


