PT Pam Mineral Tbk (NICL) berhasil mencatatkan laba yang meningkat secara signifikan sebesar 1.074,71 persen year on year (yoy) menjadi Rp318,75 miliar pada tahun 2024. Laba bersih ini didorong oleh peningkatan penjualan sebesar 26,37 persen (yoy) menjadi Rp1,44 triliun pada tahun yang sama. Perusahaan berhasil meningkatkan volume penjualan nikel dan melakukan efisiensi biaya produksi, yang menghasilkan peningkatan yang tajam dalam laba kotor. Meskipun harga acuan nikel mengalami penurunan, perusahaan tetap optimis dan mampu mengatasi tantangan tersebut.
NICL juga berhasil mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) periode 2024-2026 dengan total volume penjualan yang disetujui sebesar 7.000.000 WMT. Perusahaan memiliki dua Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Selain itu, mereka terus melakukan eksplorasi dan diversifikasi produk untuk memanfaatkan sumber daya mineral secara optimal. Melalui pembagian berdasarkan kadar nikel dalam bijih, NICL berhasil memanfaatkan bijih kadar rendah yang sebelumnya dianggap limbah.
Dengan kinerja operasional dan keuangan yang meningkat, NICL mencapai total aset sebesar Rp1,05 triliun pada tahun 2024, yang menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio utang terhadap ekuitas relatif rendah dan total ekuitas perusahaan juga mengalami peningkatan. NICL mencatat pencapaian yang memuaskan di tahun 2024 tanpa adanya beban utang bank, yang menunjukkan keberhasilan dalam mengelola bisnis dengan baik.


