PT PLN (Persero) sedang melakukan uji coba suplai tegangan listrik 150 Kv ke Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana di Kabupaten Poso. Uji coba ini bertujuan untuk menyediakan listrik perdana ke jaringan transmisi SUTT Sulewana-Tompira dan mengoperasikan Gardu Induk (GI) Mewanta Tompira serta melakukan pembebanan. Dengan pembangunan jaringan transmisi 150 Kv sepanjang 128 kilometer dari PLTA Sulewana ke GI Mewanta Tompira, Morut, dan sebagian Morowali sudah dilayani oleh PLTA Sulewana. Hal ini disampaikan oleh General Manager Unit Induk Pembangkitan Sulawesi PT PLN (Persero) Wisnu Kuncoro Adi. Pembangunan kedua proyek ini menelan biaya Rp604 miliar dan Rp60 miliar.
Beroperasinya transmisi SUTT dan GI Mewanta Tompira membantu Morut memiliki daya listrik sebesar 30 MW, sementara beban puncak daerah hanya sebesar 14 MW. Dengan surplus daya 17 MW, hal ini dapat dimanfaatkan oleh investor maupun rumah tangga. Suplai daya listrik ini memiliki keandalan tinggi karena tegangan listriknya sudah memenuhi standar PLN yakni 20 Kv. Bupati Morowali Utara Delis J Hehi merasa lega dengan beroperasinya transmisi SUTT dan GI Mewanta Tompira, mengakui masalah kelistrikan yang dialami sebelumnya cukup panjang. Ia berterima kasih kepada PT PLN yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Morut untuk menyediakan listrik yang memadai dan andal.
Perjuangan pemerintah dan dukungan masyarakat selama 4 tahun tidak sia-sia, karena kini PLN memberikan respon serius dan memberikan kelegaan bagi warga Morut. Inisiatif PLN ini mendapat apresiasi positif dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Selain itu, pembangunan SUTET 275 KV dan captive power 5.000 MW di Kawasan Industri Morowali juga menjadi agenda PLN. Ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah kelistrikan di daerah tersebut.


