Pertukaran Pembalap antara Red Bull: Yuki Tsunoda dan Liam Lawson
Dalam upaya untuk meraih gelar juara dunia dan juara tim konstruksi, Bos Red Bull, Christian Horner, mengungkapkan alasan di balik pertukaran pembalap Red Bull, Liam Lawson, dengan pembalap Racing Bull, Yuki Tsunoda, mulai dari GP Jepang. Horner menyatakan bahwa pembalap Red Bull saat ini, Lawson, belum menunjukkan performa yang konsisten, sehingga diharapkan Tsunoda yang telah berpengalaman dapat memberikan dampak positif segera kepada tim.
Dalam rangka mempertahankan gelar Kejuaraan Pembalap Dunia dan merebut kembali gelar Konstruktor Dunia, Horner menjelaskan bahwa keputusan pertukaran ini didasarkan sepenuhnya pada aspek olahraga. Sebagai upaya untuk membantu mengembangkan mobil saat ini, pengalaman Tsunoda dipandang sangat berharga bagi tim Red Bull.
Lawson, pembalap asal Selandia Baru, menunjukkan penampilan yang kurang memuaskan dalam dua perlombaan Grand Prix terakhir. Terjadi insiden tabrakan di GP Australia dan hanya mampu finis di urutan ke-15 di GP China. Dengan pertukaran ini, diharapkan Lawson dapat mendapat kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak jam terbang dan pengalaman di tim Racing Bull.
Tsunoda akan menjadi rekan setim dari juara dunia Max Verstappen. Penampilan Tsunoda di dua Grand Prix sejauh ini menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan dibandingkan Lawson. Tsunoda finis di urutan ke-12 di GP Australia dan ke-16 di GP China.
Pertukaran ini juga membantu dalam melindungi dan mengembangkan karier Lawson dari tekanan yang ada. Horner menegaskan bahwa tim memiliki kewajiban untuk memberikan kesempatan bagi Lawson untuk terus berkembang di lingkungan tim yang ia kenal. Dengan demikian, pertukaran ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi Lawson maupun Tsunoda dalam karier balap Formula 1 mereka.


