Pada bulan Mei 2025, pembiayaan multifinance untuk sektor produktif mencapai 46,47 persen. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengungkapkan bahwa pertumbuhan pembiayaan multifinance tertinggi terjadi di Papua Selatan. Meskipun begitu, sektor Jawa masih mendominasi dengan porsi pembiayaan 55,37 persen atau Rp294,23 triliun, sementara diluar sektor Jawa mencapai 44,63 persen atau Rp237,14 triliun.
Provinsi Papua Selatan mengalami peningkatan terbesar, yaitu 92,42 persen yoy menjadi sebesar Rp452,14 miliar. Lima sektor yang menerima pembiayaan multifinance terbanyak adalah perdagangan, penyewaan, industri pengolahan, pertambangan, dan sektor jasa lainnya. Sejumlah sektor lainnya juga mengalami peningkatan pembiayaan baik secara tahunan maupun bulanan.
Agusman menekankan bahwa hampir setengah bagian dari pembiayaan multifinance digunakan untuk sektor produktif, yang sudah sesuai dengan rentang yang direncanakan. Dengan begitu, penting untuk terus memantau pertumbuhan dan distribusi pembiayaan multifinance agar sektor-sektor yang membutuhkan dapat terus terbantu dalam pengembangan usaha dan ekonomi.


