Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Jumat disebabkan oleh aksi demonstrasi selama dua hari terakhir. Dalam perdagangan tersebut, IHSG turun 156,44 poin atau 1,97 persen menjadi 7.795,64. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyatakan bahwa penurunan ini terkait erat dengan aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini, mempengaruhi kondisi politik dan keamanan dalam negeri. Meskipun tren musiman IHSG cenderung bearish pada bulan September, optimisme pelaku pasar atas potensi penurunan suku bunga acuan oleh The Fed pada bulan yang sama telah mendukung penguatan IHSG. Aksi demonstrasi yang dimulai sejak Kamis dan berlanjut hingga Jumat pagi juga berdampak pada perdagangan saham. Dengan adanya kejadian di Pejompongan, Jakarta Pusat, semakin memperpanjang durasi aksi demonstrasi dan dampaknya terhadap IHSG. Dengan adanya kondisi tersebut, potensi bearish consolidation phase tetap terbuka jika IHSG tetap diperdagangkan di bawah 7.750. Datang dari pernyataan Nafan, kinerja IHSG secara historis, pada periode September, cenderung turun dalam lima tahun terakhir, namun periode Oktober hingga Desember memasuki tren penguatan. Selain itu, data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan juga menjadi faktor pendukung penguatan IHSG.
Copyright © ANTARA 2025


