Pesawat patroli milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikonfirmasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono, menyatakan bahwa pesawat ini belum ditemukan, sehingga belum diketahui kondisi para penumpang di dalamnya. KKP akan turunkan personel untuk membantu dalam proses pencarian.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa pesawat ini membawa 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Pesawat tersebut dilaporkan hilang pada Sabtu, saat melakukan rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Penyelidikan dan pencarian pesawat tersebut sedang dilakukan di daerah pegunungan kapur Bantimurung.
AirNav Indonesia sedang menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan. Informasi awal menyebutkan kondisi cuaca saat kejadian memiliki jarak pandang sekitar 8 kilometer dan sedikit berawan. Pihak berwenang terus melakukan koordinasi intensif untuk memantau situasi dan memastikan langkah penanganan optimal.
Langkah-langkah selanjutnya termasuk penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas, yang dijadwalkan untuk dilakukan pencarian lanjutan. Pencarian dilakukan di sekitar desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang juga menjadi Posko Basarnas. Data dan konfirmasi lebih lanjut masih dalam tahap koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dalam upaya pencarian pesawat hilang ini, KKP dan Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kemanan dari seluruh penumpang dan awak pesawat. Perkembangan situasi terus dipantau agar penanganan masalah bisa berjalan dengan optimal.


