Sunday, February 15, 2026
HomeBisnisWakil Ketua MPR: Pasar Karbon Penting untuk Investasi Energi

Wakil Ketua MPR: Pasar Karbon Penting untuk Investasi Energi

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengungkapkan pentingnya penguatan pasar karbon nasional sebagai strategi untuk menarik investasi global dan mempercepat transisi energi serta pertumbuhan hijau di Indonesia. Menurutnya, minat investor internasional terhadap pasar karbon Indonesia sangat besar, sehingga saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mengembangkan ekosistem pasar karbon ke depan.

Indonesia disebut berada pada titik penting yang membutuhkan konvergensi antara ambisi pertumbuhan ekonomi dan krisis iklim. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen pada tahun 2029, Indonesia memerlukan investasi sekitar 63 miliar dolar AS per tahun dengan laju pertumbuhan investasi sebesar 17 persen.

Selain investasi, Indonesia juga perlu menutup kesenjangan pendanaan sekitar 600-700 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan. Selain itu, untuk mendukung transisi energi diperlukan mobilisasi modal sebesar 250 miliar dolar AS untuk sektor energi, manufaktur, dan infrastruktur digital.

Eddy menyoroti paradoks energi struktural Indonesia yang memiliki sumber daya fosil dan energi terbarukan melimpah namun masih bergantung pada impor energi. Indonesia dikenal sebagai produsen besar batu bara namun masih harus mengimpor minyak dan gas setiap tahun.

Dalam konteks ekonomi hijau, Indonesia memiliki keunggulan berupa hutan tropis dan ekosistem mangrove yang luas. Melalui integrasi aset alam dan teknologi, pasar karbon berpotensi menjadi instrumen untuk menghasilkan pendapatan kredit karbon yang signifikan serta mengurangi ketergantungan pada energi impor.

Pemerintah disebut sedang membangun arsitektur regulasi yang mencakup agenda prioritas nasional seperti RUU Energi Baru dan Terbarukan, RUU Ketenagalistrikan, serta revisi Undang-Undang Lingkungan Hidup. Dengan regulasi yang jelas, Indonesia diharapkan dapat mempercepat transisi energi dan membangun ekonomi karbon yang berkelanjutan.

Eddy menegaskan bahwa penguatan pasar karbon dan ekonomi hijau akan menjadikan Indonesia sebagai pelaku utama dalam pertumbuhan hijau di kawasan. Hal ini mengindikasikan bahwa Indonesia tidak hanya mengikuti agenda iklim global namun juga menjadi penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi hijau.

Dengan adanya kerangka regulasi yang kuat, modal yang siap untuk diinvestasikan, serta berbagai peluang yang tersedia, Indonesia diharapkan mampu menjalankan kebijakan yang selaras untuk mempercepat transisi energi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer