Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, dengan tegas mengecam dugaan perlakuan rasisme terhadap Vinicius Junior dalam laga melawan Benfica pada pertandingan Liga Champions UEFA 2025/2026. Arbeloa menyatakan bahwa tidak ada tempat bagi rasisme dalam sepakbola, terutama di era ini, dan dia membelanya dengan tegas. Vinicius dilaporkan mengalami tindakan rasisme dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni, setelah mencetak gol pada menit ke-50.
Vinicius langsung mengadukan insiden tersebut kepada wasit Francois Letexier, yang kemudian menghentikan pertandingan untuk sementara waktu sesuai protokol antirasisme. Prestianni membantah tuduhan tersebut, namun Arbeloa tetap mempercayai pemainnya. Dia menegaskan bahwa tim Real Madrid akan selalu bersatu dalam mendukung Vini, baik dalam keadaan senang maupun sedih.
Meskipun Prestianni membantah melakukan tindakan rasisme, Arbeloa tetap mempercayai Vinicius dan melihatnya sebagai seorang pejuang. Kemenangan atas Benfica memperbesar peluang Madrid untuk lolos ke babak 16 besar, dengan leg kedua akan berlangsung di Santiago Bernabeu. Selain itu, kemenangan ini juga merupakan balas dendam atas kekalahan 2-4 dari Benfica sebelumnya.
Dengan sikap tegas dan dukungan penuh kepada Vinicius, Real Madrid semakin menunjukkan solidaritas timnya dan semangat juang yang tinggi. Arbeloa juga menekankan bahwa kejadian rasisme yang menimpa Vinicius tidak boleh terulang lagi, dan pembelaan kuat terhadap pemain muda tersebut juga merupakan pertanda kemenangan bagi tim Los Blancos.


