Pemerintah Indonesia telah memperkuat kemitraan strategis dengan Jepang dalam rangka mendorong pengembangan industri, percepatan transisi energi, dan penguatan rantai pasok global. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jepang memegang peran penting dalam industri otomotif Indonesia, baik dalam membangun ekosistem industri maupun sebagai basis produksi yang mengekspor kendaraan ke berbagai negara. Pemerintah juga mengapresiasi investasi Jepang dalam industri otomotif nasional.
Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan daya saing industri komponen otomotif, terutama pada tier 2 dan tier 3, untuk memperkuat rantai pasok industri dan mendukung lahirnya merek otomotif berskala global. Dalam pertemuan dengan Executive Acting Secretary-General dari Liberal Democratic Party Koichi Hagiuda, Indonesia mendapat dukungan terhadap upayanya dalam mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan, termasuk program biodiesel B40 dan rencana pengembangan E20 pada tahun 2028.
Kemitraan ini menjadi langkah positif dalam menciptakan industri otomotif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa mendatang. Itulah sebabnya penting bagi Indonesia dan Jepang untuk terus bekerja sama dan saling mendukung dalam berbagai bidang strategis yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Selaras dengan komitmen lingkungan, pengembangan energi bersih menjadi fokus utama bagi kedua negara untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. © ANTARA 2026


