Wednesday, April 22, 2026
HomeFinansialRupiah Melemah Seiring Sikap Iran di Selat Hormuz: Analisis Terkini

Rupiah Melemah Seiring Sikap Iran di Selat Hormuz: Analisis Terkini

Nilai tukar rupiah di penutupan perdagangan Jakarta pada Jumat pagi melemah menjadi Rp16.958 per dolar AS, turun 65 poin atau 0,38 persen dari sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh arahan pemimpin baru Iran, Ayatullah Mojtaba Khamenei, yang menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup. Hal ini menjadi perhatian pasar karena Selat Hormuz merupakan jalur kritis yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan pasokan ini telah menyebabkan lonjakan harga minyak mentah Brent berjangka sekitar 100 dolar AS per barel.

Spekulasi mengenai inflasi global akibat penutupan Selat Hormuz juga membuat analis dan pelaku pasar khawatir. Bank sentral seperti Federal Reserve bisa terpaksa mempertimbangkan kembali pemotongan suku bunga jangka pendek untuk mengatasi lonjakan harga. Di sisi lain, sentimen domestik juga mempengaruhi pasar, khususnya terkait beban pembayaran bunga utang yang membatasi kemampuan pemerintah untuk bergerak dalam mendorong ekonomi.

Meskipun ada risiko pembengkakan beban bunga utang, pemerintah masih optimis dalam mengelola utangnya dengan hati-hati. Dengan pertumbuhan penerimaan pajak yang positif, diharapkan rasio pembayaran bunga utang dan Debt Service Ratio (DSR) pemerintah dapat membaik. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga mencatat pelemahan menjadi Rp16.934 per dolar AS.

Pemerintah terus berupaya mengelola risiko terkait utang, baik melalui portofolio maupun penerbitan tahunan, untuk memastikan stabilitas keuangan negara tetap terjaga. Dalam situasi ini, hal-hal seperti yield US Treasury dan tingkat inflasi akan terus menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar keuangan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer