Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kenaikan signifikan pada Rabu sore, dipicu oleh euforia investor setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai gencatan senjata. IHSG ditutup menguat 308,18 poin atau 4,42 persen ke level 7.279,21, sementara indeks LQ45 naik 31,96 poin atau 4,55 persen ke posisi 733,62.
Analis pasar modal Hendra Wardana menyatakan bahwa sentimen positif global akibat redanya tensi geopolitik antara AS dan Iran memberi dorongan pada pasar saham. Hal ini menciptakan stabilitas harga komoditas dan menarik minat investor kembali ke pasar saham, termasuk di Indonesia. Meskipun demikian, Wardana juga memperingatkan agar pelaku pasar tetap waspada terhadap karakter kebijakan yang dinamis dari Presiden AS Donald Trump.
Pasar saham regional Asia juga menunjukkan kenaikan, dengan indeks Nikkei menguat 5,42 persen, indeks Shanghai naik 2,63 persen, indeks Hang Seng naik 3,09 persen, dan indeks Strait Times naik 0,94 persen. Di tengah fluktuasi sentimen global, investor perlu tetap selektif dan disiplin dalam mengambil posisi, serta mengelola risiko dengan baik untuk memanfaatkan momentum rebound ini. Artinya, penting bagi investor untuk tidak terjebak dalam euforia berlebihan dan tetap berhati-hati dalam menjalankan strategi investasi mereka.


