Masyarakat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tetap Tenang Meski Harga BBM Naik
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tidak akan berdampak signifikan bagi para pelaku UMKM. Hal ini dikarenakan mayoritas UMKM menggunakan BBM subsidi seperti solar subsidi, Pertalite, dan LPG 3 kg yang harganya tetap stabil berkat intervensi pemerintah.
Langkah Pemerintah dalam Menjaga Harga BBM Subsidi
Maman Abdurrahman menegaskan bahwa kebijakan menjaga harga BBM subsidi merupakan langkah penting pemerintah di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. Dengan kondisi tersebut, UMKM diharapkan tetap dapat beroperasi tanpa terdampak kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Meski begitu, Maman juga mengakui bahwa kenaikan harga plastik menjadi perhatian utama bagi UMKM saat ini, karena adanya gangguan pasokan nafta dari Timur Tengah. Pemerintah pun tengah berupaya mencari alternatif pasokan dari wilayah lain seperti India, Afrika, dan Amerika.
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi oleh Pertamina
Pertamina telah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai 18 April 2026 sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak global. Beberapa kenaikan harga antara lain Pertamax Turbo (RON 98) di Pulau Jawa naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Di sisi lain, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi tetap stabil, yakni Pertalite seharga Rp10.000 per liter dan solar subsidi seharga Rp6.800 per liter. Harga Pertamax dan Pertamax Green juga masih dijaga, masing-masing seharga Rp12.300 per liter dan Rp12.900 per liter.


