Purwokerto Menjadi Kota Pembuka MilkLife Festival SenengMinton 2026
Purwokerto menjadi kota pembuka rangkaian MilkLife Festival SenengMinton 2026, ajang pengenalan bulu tangkis usia dini yang diikuti ratusan siswa sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat fondasi regenerasi atlet sejak level akar rumput. Sebanyak 480 siswa kelas 1 hingga 3 dari 16 sekolah dasar ambil bagian dalam kegiatan tersebut yang berlangsung di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto.
Fondasi Atlet Sejak Usia Dini
Program ini diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bekerja sama dengan MilkLife dan berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah. Menurut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, pembinaan atlet harus dimulai sedari dini agar kecintaan terhadap olahraga tumbuh secara alami dan berkelanjutan. Menurutnya, atlet hebat berasal dari rasa senang saat berolahraga.
Penyelenggaraan di Empat Kota Lain
MilkLife Festival SenengMinton 2026 akan dilanjutkan ke empat kota lain di Jawa Tengah setelah Purwokerto. Acara tersebut akan digelar di Magelang pada 24 September, Solo pada 1 Oktober, Semarang pada 28 Oktober, dan Kudus pada 31 Oktober hingga 1 November. Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyebut penyelenggaraan di Purwokerto merupakan langkah perluasan pembinaan ke daerah yang belum tersentuh optimal.
Ia menekankan pentingnya pengenalan olahraga sejak usia dini yang harus dilakukan secara berkesinambungan agar minat tumbuh menjadi bakat dan bakat berkembang menjadi prestasi. PBSI Jawa Tengah juga telah menyiapkan jalur pembinaan lanjutan melalui pemetaan potensi atlet muda, penguatan klub, peningkatan kualitas pelatih, dan kompetisi berjenjang.
Berkompetisi dalam Berbagai Permainan
Peserta festival ditantang untuk menyelesaikan berbagai permainan berbasis keterampilan dasar bulu tangkis dan kelincahan. Beberapa di antaranya termasuk Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing the Shuttlecock, Service to Target, serta Zig Zag Run. Pemenang ditentukan berdasarkan catatan waktu tercepat. Salah satu peserta tercepat adalah Gita Felicia, siswi kelas 3 SDN 1 Karangpucung, dengan waktu 1 menit 00,73 detik.


