Jongkok Gol Bocah Banjarmasin di MLSC Seri 2 2025-2026
Ratusan peserta dari 49 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar di Banjarmasin turut meramaikan ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang digelar penuh semangat. Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menegaskan pentingnya pembinaan pemain muda untuk masa depan sepak bola putri Indonesia.
Antusiasme Banjarmasin Menguatkan Harapan
Menggelar turnamen perdana MLSC di Green Yakin Soccer Field, Banjar, Kalimantan Selatan, 661 siswi menampilkan kemampuan terbaik mereka. Dibagi dalam 62 tim, mereka bersaing sengit di kategori usia 10 dan 12 tahun.
Banjar, yang terkenal dengan kota yang baru pertama kali menjadi tuan rumah turnamen ini, menunjukkan bahwa antusiasme sepak bola putri tak hanya berkembang di kota besar. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat bola bergulir di pelosok-pelosok daerah.
Potensi Besar Pemain Putri Kalimantan
Melihat potensi besar para peserta, Head Coach MLSC Jacksen F Tiago berharap kompetisi semakin meluas. Menurutnya, dengan banyaknya turnamen, peluang bagi talenta-talenta baru untuk muncul semakin besar.
Turnamen ini juga memberikan kesempatan bagi 25 pemain terbaik dari Banjarmasin untuk mengikuti program latihan intensif. Mereka berpeluang tampil di ajang prestis MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah.
Pencapaian dan Harapan
Dari hasil pertandingan, SDN Pagatan Besar meraih juara pada kategori usia 10 tahun setelah mengalahkan lawannya dengan skor tipis, 1-0. Begitu juga pada kategori usia 12 tahun, SDN Sungai Lulut 1 keluar sebagai juara setelah menundukkan lawan dengan skor serupa. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi pembinaan sepak bola putri di Indonesia.


