Jakarta (ANTARA) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bp dan PT Pertamina (Persero). BP mengumumkan penyesuaian harga BBM produknya, di mana harga solar atau BP Ultimate Diesel naik dari Rp25.560 per liter menjadi Rp30.890 per liter, sedangkan harga bensin jenis BP Ultimate dan BBM jenis BP 92 tetap stabil. Sementara itu, Pertamina juga melakukan penyesuaian harga BBM di beberapa wilayah tertentu mulai 4 Mei.
Harga BBM di SPBU bp
Dikutip dari laman Instagram resmi BP Indonesia dengan nama pengguna bp_idn di Jakarta, Senin, kenaikan harga hanya berlaku untuk BBM jenis solar. Harga bensin masih tetap, di mana BP Ultimate dijual Rp12.930 per liter dan BBM jenis BP 92 dijual Rp12.390 per liter. Selain itu, SPBU bp mengumumkan harga baru untuk BP Ultimate Diesel yang mengalami kenaikan signifikan.
Harga BBM di PT Pertamina (Persero)
PT Pertamina (Persero) juga mengumumkan kenaikan harga BBM di beberapa wilayah tertentu mulai 4 Mei. Di Jabodetabek, harga BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter. Sedangkan harga Pertamina Dex Series juga mengalami lonjakan, di mana Dexlite (CN 51) naik menjadi Rp26.000 per liter dari Rp23.600 per liter pada bulan sebelumnya. Selain itu, harga Pertamina Dex (CN 53) juga mengalami peningkatan menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900 per liter. Sementara harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) tetap stabil.
Pertamina juga tidak melakukan perubahan pada harga BBM penugasan dan subsidi, di mana harga Pertalite dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar dijual Rp6.800 per liter. Hal ini dilakukan dalam upaya mengatur pasar BBM di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu.
Perubahan harga tersebut menjadi perhatian publik karena berdampak langsung pada biaya transportasi dan kebutuhan pokok masyarakat. Kenaikan harga BBM juga menjadi indikator bagi masyarakat dalam menyesuaikan kondisi ekonomi dan finansial mereka.


