IHSG Ditutup Menguat Meskipun Terjadi Peningkatan Volatilitas
Pada hari Senin, IHSG berhasil ditutup menguat meskipun mengalami peningkatan volatilitas sepanjang sesi perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menguat sebesar 15,15 poin atau 0,22 persen ke posisi 6.971,95. Meskipun sempat menguat hingga mencapai level 7.069, IHSG akhirnya cenderung bergerak dua arah (sideways) pada sesi II.
Penyebab Pelemahan IHSG
Pelemahan IHSG pada hari ini dipicu oleh koreksi saham GOTO setelah pemerintah membatasi potongan aplikator maksimal 8 persen melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Hal ini menimbulkan kecemasan investor terhadap prospek fundamental saham GOTO karena kebijakan tersebut dianggap dapat berdampak negatif terhadap pendapatan dan marjin perusahaan.
Di sisi lain, indeks saham di Asia pada hari Senin cenderung menguat. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik hingga 3 persen, didorong oleh reli saham terkait kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Asia menjadi pusat perhatian pasar dalam pengembangan AI, terutama dengan dominasi sektor manufaktur semikonduktor dan peningkatan kebutuhan infrastruktur data.
Volatilitas Pasar Komoditas
Di pasar komoditas, harga kontrak berjangka minyak mentah turun tipis setelah Amerika Serikat mengumumkan inisiatif Project Freedom untuk membantu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz. Konflik di Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran, masih menjadi faktor ketidakpastian utama bagi perekonomian global, terutama terkait dengan harga minyak mentah.
Indikator aktivitas manufaktur di Asia juga menunjukkan adanya gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah. Keikutsertaan Asia dalam pengembangan AI menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap fluktuasi harga energi dan komoditas akibat ketegangan politik di kawasan tersebut.
Dari data penutupan perdagangan IHSG hari ini, tercatat bahwa frekuensi transaksi saham mencapai 2.441.740 kali dengan volume perdagangan mencapai 60,30 miliar lembar saham senilai Rp21,12 triliun. Secara sektoral, sektor barang konsumen primer mencatatkan penguatan tertinggi, sementara sektor kesehatan dan teknologi mengalami penurunan signifikan.


