Jadestone Energy Tertarik “Farm In” ke Lapangan-Lapangan yang Sudah Berproduksi
Sebagai langkah ekspansi di Indonesia, perusahaan migas berbasis di Singapura, Jadestone Energy, menunjukkan minatnya untuk “farm in” ke lapangan-lapangan yang sudah berproduksi. Djoko Siswanto dari SKK Migas mengungkapkan hal ini kepada ANTARA dalam sebuah wawancara di Jakarta.
Rencana Ekspansi dan Fokus Strategis
Jadestone Energy sedang melakukan evaluasi terhadap potensi lapangan-lapangan migas yang akan diakuisisi. Saat ini, perusahaan tersebut tengah beroperasi di Wilayah Kerja Lemang di Jambi dengan rata-rata produksi sebesar 6.400 BOEPD. CEO Jadestone Energy, T. Mitch Little, bersama timnya menyampaikan rencana ekspansi yang lebih agresif di Indonesia.
Andi Iwan Uzamah, Country Manager Jadestone Energy Indonesia, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini sedang membidik kesempatan akuisisi dan kemitraan pada aset-aset yang sudah dalam tahap pengembangan atau produksi. Fokus utama mereka adalah untuk mengoptimalkan aset-aset yang sudah ada.
Jadestone Energy juga terbuka untuk kerja sama strategis melalui kemitraan atau akuisisi, termasuk dengan aset-aset yang belum tergarap secara optimal. Hal ini membuktikan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama industri migas nasional.
Komitmen Jadestone Energy dan Dukungan terhadap Industri Hulu Migas
Komitmen Jadestone Energy bukan hanya berupa ekspansi korporasi semata, tetapi juga sebagai indikator bahwa iklim investasi di sektor hulu migas Indonesia masih menarik. Kontribusi perusahaan dalam produksi gas, kondensat, dan LPG juga menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Melalui pendekatan ekspansi yang komprehensif di berbagai wilayah di Indonesia, Jadestone Energy menegaskan komitmennya jangka panjang terhadap pertumbuhan industri migas nasional. Dengan fokus pada aset baik “onshore” maupun “offshore”, perusahaan ini menunjukkan keseriusan dalam berkontribusi pada sektor energi Indonesia.


