Thursday, May 21, 2026
HomeBursaIHSG Menguat Berkat Saham Perbankan dan Konglomerasi

IHSG Menguat Berkat Saham Perbankan dan Konglomerasi

IHSG Ditutup Menguat Berkat Saham Perbankan dan Konglomerasi

Pada Selasa sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat, didorong oleh penguatan saham-saham sektor perbankan dan konglomerasi. IHSG mengalami kenaikan sebesar 85,16 poin atau 1,22 persen, mencapai posisi 7.057,11. Sedangkan indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 7,02 poin atau 1,04 persen, berada pada posisi 681,58.

Faktor Pendukung Menguatnya IHSG

Analisis dari Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menunjukkan bahwa IHSG mengalami kenaikan yang didorong oleh pertumbuhan saham-saham konglomerasi dan perbankan di dalam negeri. Sektor keuangan, terutama perbankan, mengalami kenaikan yang turut meningkatkan performa IHSG. Hal ini juga dipengaruhi oleh fakta bahwa daya beli masyarakat meningkat pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, serta penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) oleh perbankan.

Perkembangan Ekonomi dan Global

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I-2026, yang turut memberikan sentimen positif terhadap pasar saham. Sementara itu, dari mancanegara, harga minyak mentah global mengalami kenaikan akibat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump bahkan mengumumkan Project Freedom sebagai upaya membuka kembali lalu lintas pengiriman yang terhenti di Selat Hormuz.

Perkembangan ini juga mencakup insiden rudal yang ditembakkan ke kapal perusak AS, yang memicu respons dari Komando Pusat AS dan pemerintah Iran. Hal ini berdampak pada pasar saham global, termasuk bursa saham regional Asia. Namun, dengan adanya kenaikan harga minyak mentah, sentimen positif terhadap saham-saham energi juga turut mendukung IHSG.

Dalam perdagangan saham, frekuensi transaksi mencapai 2.461.876 kali dengan volume saham sebanyak 43,92 miliar lembar senilai Rp23,87 triliun. Dengan 342 saham mengalami kenaikan, 314 saham mengalami penurunan, dan 163 saham stagnan.

Dengan berbagai faktor fundamental ini, IHSG mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Meskipun terdapat sektor-sektor yang mengalami koreksi, namun kenaikan sektor-sektor unggulan seperti barang baku, infrastruktur, dan keuangan turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja IHSG.

Perkembangan Bursa Saham Regional

Sementara itu, bursa saham regional Asia juga menunjukkan perkembangan yang beragam. Indeks Nikkei mengalami kenaikan, sementara indeks Shanghai dan Strait Times mengalami pelemahan. Hal ini menunjukkan bahwa IHSG masih mampu bersaing di tengah volatilitas pasar global.

Dengan demikian, kinerja IHSG yang menguat pada sesi perdagangan Selasa menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia mampu bertahan dan memberikan peluang investasi yang menarik bagi para pelaku pasar saham.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer