IHSG Ditutup Menguat Berkat Sentimen Damai dan Turunnya Harga Minyak
Pada hari Kamis, IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat, didorong oleh sentimen positif dari penurunan harga minyak dan optimisme terkait kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. IHSG mengalami kenaikan sebesar 81,85 poin atau 1,15 persen, mencapai posisi 7.174,32. Sedangkan indeks LQ45 juga naik 11,03 poin atau 1,62 persen ke level 693,79.
Sentimen Positif Didorong oleh Optimisme dan Penurunan Harga Minyak
Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, menyatakan bahwa optimisme terhadap kesepakatan damai antara AS dan Iran telah mendorong terus menurunnya harga minyak WTI dan Brent di bawah level 100 dolar AS per barel. Penurunan harga minyak tersebut turut mengurangi kekhawatiran akan inflasi yang meningkat dan pelebaran defisit anggaran, terutama jika AS dan Iran mencapai kesepakatan damai.
Di sisi lain, secara domestik, kurs rupiah juga menguat 0,3 persen menjadi Rp17.320 per dolar AS. Hal ini terjadi seiring dengan melemahnya nilai indeks dolar AS. Dengan demikian, IHSG berhasil bertahan di zona positif sejak awal perdagangan hingga penutupan sesi perdagangan saham.
Pergerakan Saham dan Frekuensi Perdagangan
Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, sektor keuangan menjadi yang paling menguat, diikuti oleh sektor industri dan sektor properti. Saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain DPUM, ESIP, DEPO, NATO, dan ALKA, sementara saham-saham seperti RICY, ABDA, HALO, ARGO, dan TPIA mengalami pelemahan.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.675.918 transaksi dengan total saham yang diperdagangkan senilai Rp23,19 triliun. Dalam perdagangan tersebut, terdapat 361 saham yang mengalami kenaikan, 295 saham mengalami penurunan, dan 160 saham lainnya stagnan.
Di tingkat regional, bursa saham Asia juga mengalami kenaikan, seperti indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times yang semuanya menguat pada sore hari Kamis.


