Thursday, June 11, 2026
HomeFinansialPerkembangan Konflik AS-Iran: Dampak Terhadap Nilai Rupiah

Perkembangan Konflik AS-Iran: Dampak Terhadap Nilai Rupiah

Rupiah Melemah karena Eskalasi Konflik AS-Iran

Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz antara Amerika Serikat dengan Iran. Pagi ini, rupiah melemah 24 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.357 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.333 per dolar AS.

Pada perdagangan hari ini, diperkirakan rupiah akan menguat terbatas dalam kisaran Rp17.320 hingga Rp17.370. Meskipun mulai terjadi penurunan tekanan terhadap mata uang tersebut, namun harga minyak yang naik akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz

Menurut analis Bank Woori Saudara Rully Nova, Amerika Serikat dilaporkan melanggar gencatan senjata dengan menyerang beberapa wilayah Iran, termasuk pantai pelabuhan Khamir, kota Sirik, Pulau Qeshm, dan dua kapal Iran. Sebagai respons, militer Iran melakukan serangan balasan terhadap kapal perang Amerika di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar.

Terjadi baku tembak antara Iran dan Amerika Serikat, namun situasi di Selat Hormuz dan kota-kota pesisir Iran kini telah kembali normal setelah pertempuran singkat tersebut. Tindakan ini memberikan sinyal negatif terhadap negosiasi antara kedua negara.

Pasar Menantikan Data Penting

Selain itu, pasar juga menantikan rilis data Non Farm Payrolls (NFP) AS yang akan menjadi acuan bagi kebijakan Federal Reserve. Data NFP diperkirakan akan menunjukkan penurunan dengan tambahan 60 ribu pekerja dibanding kenaikan 178 ribu periode sebelumnya.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) juga akan mengumumkan data cadangan devisa (cadev). Proyeksi menunjukkan cadev pada bulan April 2026 akan naik di atas 150 miliar dolar AS.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer