IHSG Menguat Dipicu Risk-On Pasar Imbas Membaiknya Tensi Geopolitik
Pada hari Rabu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat mengikuti pasar kawasan Asia dan global. Penguatan ini dipicu oleh perilaku para investor yang lebih berani mengambil risiko, seiring dengan membaiknya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
IHSG secara keseluruhan naik 18,98 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.338,59. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 1,25 poin atau 0,20 persen ke posisi 636,46.
Optimisme Terhadap Tensi Geopolitik AS-Iran
Sentimen geopolitik dari mancanegara memperlihatkan perbaikan setelah muncul optimisme terkait upaya-upaya diplomatik antara AS dan Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kesempatan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin besar. Sementara itu, negosiasi antara Qatar dengan fokus meredakan konflik dan memulihkan jalur pelayaran strategis juga terus berlangsung.
Optimisme ini turut mendorong penurunan harga minyak dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, menurut penjelasan dari Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata.
Kebijakan AS dalam Industri Semikonduktor
Di sisi lain, pemerintah AS sedang merumuskan kebijakan harga minimum dan tarif impor untuk komoditas seperti polysilicon dan produk turunannya. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi dominasi China dalam rantai pasok semikonduktor dan panel surya.
Kebijakan tersebut diyakini akan diumumkan pada akhir Agustus 2026 setelah investigasi Section 232 Trade Expansion Act selesai. Langkah ini berpotensi memberikan perlindungan tambahan bagi produsen domestik AS seperti Hemlock Semiconductor dan Wacker Chemie.
Di satu sisi, kebijakan ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kenaikan biaya produksi di berbagai industri, seperti semikonduktor, panel surya, kendaraan listrik, dan elektronik konsumen. Hal ini berpotensi menambah ketidakpastian dalam rantai pasok global.


