Investasi di Lebak Tembus Rp1,19 Triliun di Semester I 2026
Menurut Laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di Kabupaten Lebak, Banten, selama semester I 2026 mencapai Rp1,19 triliun. Angka ini terbagi atas Rp580 miliar dari triwulan I dan Rp607 miliar dari triwulan II. Saat ini, Kabupaten Lebak telah berhasil menyerap 5.840 tenaga kerja baru berkat investasi ini.
Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Dalam perkembangannya, investor-investor telah menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap Kabupaten Lebak. Hal ini karena kebijakan Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, telah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dukungan pemerintah daerah dalam mempermudah proses perizinan usaha serta memperkuat ekosistem investasi setempat memberikan rasa aman bagi para investor.
Sektor Investasi Prioritas
Menurut data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, sektor investasi terbesar adalah Listrik, Gas, dan Air sebesar Rp269 miliar, diikuti oleh sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sebesar Rp266 miliar. Adapun sektor-sektor lain yang mendapat investasi antara lain Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan, serta Industri Logam Dasar dan Barang Logam.
Untuk investasi asing (PMA), investor terbesar berasal dari Tiongkok, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. Dengan adanya investasi ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lebak dapat terus meningkat, terutama dengan akses transportasi yang semakin memudahkan.
Target investasi tahun 2026 sebesar Rp1,41 triliun diharapkan dapat tercapai mengingat realisasi investasi mencapai 84 persen dari target tersebut. Kabupaten Lebak siap menyambut investor lebih banyak lagi untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.


