PBSI Fokus Benahi Daya Tahan Tunggal Putra Setelah Dua Turnamen di Pontianak
Jakarta – Kepala Pelatih Tunggal Putra Pratama PBSI, Wiempie Mahardi, menekankan pentingnya daya tahan sebagai fokus utama setelah Richie Duta Richardo dan Dendi Triansyah menyelesaikan dua turnamen berturut-turut di Pontianak.
Menurut Wiempie, bermain back-to-back di nomor tunggal merupakan tantangan yang tidak mudah karena kebugaran pemain cenderung menurun. Namun, hal ini dianggap sebagai pengalaman berharga bagi para pemain muda untuk membangun mental dan semangat juang.
Prestasi Richie dan Dendi di Pontianak
Dalam dua pekan berturut-turut, Richie berhasil meraih hasil yang berbeda. Ia keluar sebagai juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah mengalahkan wakil India, Ginpaul Sonna, dengan skor 24-22, 21-19 di final. Namun, di Super 100 Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Richie terhenti di perempat final setelah mengalami kekalahan.
Sementara itu, Dendi menunjukkan peningkatan hasil pada pekan kedua. Meskipun kalah pada babak 32 besar International Challenge, Dendi berhasil melaju hingga semifinal Indonesia Masters dengan mengalahkan lawan-lawan berpengalaman seperti pemain Malaysia, Cheam June Wei.
Menjadi Bahan Evaluasi Meningkatkan Konsistensi
Wiempie menyatakan bahwa rangkaian dua turnamen di Pontianak menjadi evaluasi penting untuk mempersiapkan para pemain tunggal putra, termasuk Richie dan Dendi, agar lebih konsisten dalam menghadapi persaingan di turnamen berikutnya.
Untuk itu, aspek kekuatan daya tahan dalam durasi permainan panjang menjadi fokus utama yang perlu ditingkatkan dalam program latihan ke depan. Semua pengalaman dan hasil dari turnamen ini akan dievaluasi untuk meningkatkan performa tunggal putra Indonesia secara keseluruhan.


