Jeda kompetisi BRI Super League dimanfaatkan PSS Sleman untuk membangun kembali kesiapan fisik para pemain. Selama dua pekan pertama masa jeda internasional, tim asuhan Pieter Huistra meningkatkan intensitas latihan dengan penekanan utama pada penguatan kondisi fisik.
Pelatih asal Belanda itu mengatakan program tersebut dirancang agar pemain memiliki modal kebugaran yang cukup sebelum kompetisi kembali berjalan. Menurut Pieter, kesiapan fisik menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya.
“Kami menjalani dua pekan pertama dalam periode internasional. Selama itu, kami bekerja keras, terutama dari sisi fisik. Penting bagi pemain untuk berada dalam kondisi fisik yang benar-benar siap menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Pieter, dikutip dari laman resmi PSS Sleman, Sabtu.
Beban latihan mulai dirasakan pemain
Latihan fisik dengan intensitas tinggi selama dua pekan membuat para pemain mulai merasakan beban program yang diberikan. Meski demikian, Pieter menilai respons skuad terhadap latihan tersebut tetap positif.
Ia menyebut peningkatan intensitas dibutuhkan untuk membentuk kesiapan pemain. Beban latihan yang dijalani selama masa jeda diharapkan membantu PSS menghadapi pertandingan dengan kondisi yang lebih siap ketika kompetisi kembali bergulir.
Setelah memberikan porsi besar pada aspek fisik, fokus latihan PSS Sleman akan mulai diarahkan pada persiapan menghadapi lawan. Pada pekan berikutnya, tim akan membangun kembali detail-detail permainan yang diperlukan dalam pertandingan.
PSS masih mengevaluasi seluruh aspek permainan
Pieter menegaskan pembenahan tim tidak hanya berpusat pada satu sektor. PSS Sleman masih memiliki ruang untuk berkembang dalam berbagai aspek permainan, termasuk kemampuan pemain dalam merespons setiap situasi yang muncul selama pertandingan.
“Menurut saya, kami masih harus meningkatkan banyak hal, bahkan di setiap aspek permainan. Kami harus memperbaiki setiap momen dalam pertandingan. Secara umum, kami masih harus mengejar ketertinggalan dan terus berkembang menjadi lebih baik,” kata Pieter.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa masa jeda tidak hanya digunakan untuk meningkatkan kebugaran, tetapi juga untuk mengevaluasi permainan secara menyeluruh. Setelah dua pekan menjalani penguatan fisik, PSS akan mengalihkan perhatian pada kebutuhan teknis dan taktis yang berkaitan dengan calon lawan.
Pada pekan keempat BRI Super League, PSS Sleman dijadwalkan menjamu PSM Makassar. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Minggu (11/10) pukul 19.00 WIB.


