Friday, May 8, 2026
HomeBisnisInovasi UMKM Bali dalam Produksi Produk Ramah Lingkungan

Inovasi UMKM Bali dalam Produksi Produk Ramah Lingkungan

Bank Indonesia (BI) Bali melalui Kantor Perwakilan memperkuat inovasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi produk ramah lingkungan. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk UMKM dan meningkatkan daya saing baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu program yang dilakukan adalah memberikan pendampingan, masukan, dan peluang untuk menjadikan produk UMKM tersebut sebagai produk unggulan, seperti dalam acara pameran Bali Jagadhita. Proses pendampingan ini bertujuan agar produk ramah lingkungan dari UMKM lebih dikenal oleh masyarakat, terutama oleh konsumen yang semakin meminati produk-produk tersebut.

Sejumlah pelaku UMKM hijau telah mendapatkan pendampingan, dimana sebelumnya mereka juga telah lolos seleksi dan memenangkan lomba inovasi hijau. Beberapa contoh UMKM hijau yang mendapat dukungan antara lain Haluan Bali yang mendaur ulang produk lama, UMKM Ishana yang melibatkan wanita penyandang disabilitas dalam proses produksi, serta Suka Pandawa yang mengolah limbah plastik kresek menjadi produk kriya. Selain itu, ada juga UMKM Neira Pocket yang menggunakan pewarna alam ramah lingkungan dan Rotenbi yang menghasilkan produk kriya dari anyaman dengan prinsip nol sampah.

Dalam proses pendampingan, Bank Indonesia Bali juga melibatkan kurator nasional di bidang fesyen dan kriya, Wignyo Rahadi, untuk memberikan masukan pengembangan produk agar dapat memiliki daya jual yang berkelanjutan. UMKM hijau yang berkelanjutan adalah UMKM yang menerapkan praktik hijau dalam setiap tahapan produksi produk mereka, mulai dari awal hingga akhir. Hal ini termasuk dalam tidak ada sisa bahan dalam pembuatan produk dan penggunaan energi alternatif dalam proses produksi. Hal ini turut mendukung tren produk ramah lingkungan yang semakin diminati oleh konsumen saat ini.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer