Pasar Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang kini telah mulai pulih setelah mengalami bencana. Aktivitas perdagangan di pasar tersebut sudah mencapai 80 persen, dengan pedagang mulai beraktivitas kembali. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan komitmennya untuk fokus pada pemulihan pasar-pasar yang terdampak bencana di Sumatera guna menggerakkan ekonomi masyarakat. Sejumlah pedagang di Pasar Kuala Simpang sudah mulai berjualan sambil proses pembersihan terus dilakukan.
Pasar Kuala Simpang merupakan pasar terbesar di Kabupaten Aceh Tamiang yang berdiri sejak 1982. Untuk mempercepat pemulihan, Kemendag melalui Program Kemendag Peduli telah memberikan bantuan berupa 100 unit tenda darurat kepada pedagang. Selain Pasar Kuala Simpang, bantuan juga telah disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Koordinasi antara Kemendag, pemerintah daerah, distributor, dan asosiasi pelaku usaha terus dilakukan untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok lancar. Stok bahan pokok seperti daging ayam, telur, cabai, dan minyak goreng terpantau terkendali dan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah dipastikan terpenuhi. Upaya pemulihan Pasar Kuala Simpang dan wilayah terdampak bencana terus dilakukan dengan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan dan distribusi barang kebutuhan pokok yang mencukupi.








