Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Dony Oskaria, mengungkapkan strategi komprehensif yang diterapkan untuk memperkuat industri baja nasional. Strategi ini meliputi hilirisasi dan integrasi industri sebagai langkah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Dony menegaskan pentingnya menempatkan sektor industri sebagai basis utama dalam roadmap pembangunan yang dirancang pemerintah.
Salah satu fokus utama dalam strategi tersebut adalah pembenahan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk untuk memastikan kondisi finansial perusahaan yang lebih sehat. Selain itu, Danantara juga mendorong pengembangan sektor hulu industri baja melalui proyek hilirisasi yang akan segera memasuki tahap groundbreaking.
Penambahan kapasitas produksi baja domestik dianggap krusial mengingat kebutuhan baja nasional masih didominasi oleh produk impor. Dengan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, diharapkan pasokan baja untuk industri strategis dapat dipenuhi secara lokal.
Danantara juga mendorong integrasi industri baja dengan sektor industri lain yang menjadi pengguna utama baja. Melalui berbagai proyek strategis, industri kereta api, seperti PT INKA (Persero), akan diperkuat untuk mendukung program transportasi massal pemerintah.
Dengan demikian, langkah-langkah strategis yang dijalankan oleh Danantara bertujuan untuk memperkuat industri baja nasional dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.


