Thursday, May 21, 2026
HomeFinansialInflasi BPS NTT 2,62% April 2026: Analisis dan Implikasinya

Inflasi BPS NTT 2,62% April 2026: Analisis dan Implikasinya

BPS Catat Inflasi Tahunan di NTT Mencapai 2,62 Persen pada April 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi tahunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan April 2026 mencapai 2,62 persen. Data ini menunjukkan peningkatan dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,40 persen.

Pengaruh Kenaikan Harga pada Beberapa Kelompok Pengeluaran

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, menyampaikan bahwa inflasi tahunan ini terjadi akibat kenaikan harga pada sepuluh dari sebelas kelompok pengeluaran yang diamati. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan persentase 1,01, diikuti oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan persentase 0,88. Sedangkan kelompok pendidikan mengalami deflasi sebesar 2,6 persen.

Ia juga menyebutkan bahwa komoditas utama yang menjadi pendorong inflasi di bulan April 2026 antara lain emas perhiasan dengan andil tertinggi sebesar 0,87 persen, diikuti oleh angkutan udara sebesar 0,35 persen. Komoditas lain yang ikut mendorong inflasi meliputi daging ayam ras, cabai rawit, dan bahan bakar rumah tangga.

Peningkatan Harga pada Sebagian Besar Kelompok Pengeluaran

Secara bulanan, terjadi kenaikan harga pada 9 dari 11 kelompok pengeluaran. Faktor-faktor seperti cabai rawit, angkutan udara, tomat, bahan bakar rumah tangga, dan telepon seluler menjadi penyebab utama inflasi bulanan. Inflasi tertinggi terjadi di Waingapu dengan persentase 3,49 dan IHK sebesar 112,91, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Ngada sebesar 2,03 persen dengan IHK 110,38.

Secara keseluruhan, NTT mengalami inflasi sebesar 0,43 persen secara bulanan dan inflasi tahunan sebesar 1,79 persen. Data ini memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi dan harga di NTT pada periode yang bersangkutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer