Thursday, June 11, 2026
HomeBursaIHSG Melemah 2,86 Persen Akibat Anjloknya Saham Tambang

IHSG Melemah 2,86 Persen Akibat Anjloknya Saham Tambang

IHSG Ditutup Menguat Sebelum Akhiri Pekan dengan Pelemahan Tajam

Pada penutupan perdagangan Jumat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan signifikan sebesar 204,9 poin atau 2,86 persen ke level 6.969,40. Hal ini sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang juga terkoreksi akibat sentimen eksternal dan tekanan pada saham-saham berbasis tambang.

Penyebab Pelemahan IHGS

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG juga dipicu oleh perundingan antara AS dan Iran yang belum menemukan titik tengah, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Faktor teknikal juga memberikan potensi pelemahan lebih lanjut bagi IHSG.

Selain faktor global, tekanan terbesar juga datang dari emiten berbasis tambang setelah pemerintah mengusulkan kenaikan royalti mineral dan batu bara untuk meningkatkan penerimaan negara. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan skema royalti progresif baru untuk beberapa komoditas mineral utama.

Usulan Kenaikan Royalti

Usulan tersebut mencakup kenaikan royalti untuk berbagai komoditas, seperti konsentrat tembaga, katoda tembaga, emas, perak, timah, dan bijih nikel. Adanya usulan ini memberikan sentimen negatif terutama pada sektor bahan baku komoditas, sektor energi, dan sektor transportasi di BEI.

Sentimen negatif tersebut tercermin dari anjloknya sektor bahan baku komoditas atau IDXBASIC sebesar 7,80 persen, sektor energi atau IDXENERGY yang turun 4,59 persen, serta sektor transportasi atau IDXTRANS yang melemah 5,72 persen. Selama perdagangan, 138 saham menguat, 607 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp12,405 triliun dengan aktivitas perdagangan mencapai 54,39 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp36,07 triliun. IHSG pada Jumat pagi sempat dibuka menguat ke level 7.182,96 sebelum akhirnya mengalami pelemahan tajam pada penutupan perdagangan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer