BI Lihat Surplus Neraca Dagang April 2026 dapat Meningkatkan Ketahanan Eksternal
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melihat surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan April 2026 sebesar 0,09 miliar dolar Amerika Serikat (AS) akan memberikan kontribusi positif dalam memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Tanah Air.
Surplus neraca perdagangan tersebut merupakan kelanjutan dari kinerja positif bulan sebelumnya yang mencapai 3,32 miliar dolar AS. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa ke depan, BI akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Surplus Neraca Perdagangan Melalui Ekspor Nonmigas
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia yang berlanjut pada bulan April 2026 didominasi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang masih solid. Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus sebesar 3,53 miliar dolar AS, seiring dengan meningkatnya ekspor nonmigas yang mencapai 24,15 miliar dolar AS.
Peningkatan ekspor nonmigas tersebut didorong oleh sektor ekspor sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, produk manufaktur seperti mesin dan perlengkapan elektrik, kendaraan, dan komponennya.
Defisit Neraca Perdagangan Migas dan Kontributor Utama Ekspor
Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas mengalami peningkatan menjadi 3,44 miliar dolar AS pada bulan April 2026 akibat dari kenaikan impor migas dan penurunan ekspor migas. Meskipun demikian, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama bagi ekspor Indonesia.


