IHSG Ditutup Menguat Mengikuti Pergerakan Bursa Asia
Pada Rabu sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup mengalami kenaikan mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG berhasil menguat sebesar 31,53 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.351,61, sementara indeks LQ45 mengalami penurunan sebesar 1,22 poin atau 0,19 persen ke posisi 633,99.
Sentimen Positif di Pasar Saham
Analisis dari Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau yang akrab disapa Nico, menyebutkan bahwa penguatan bursa Asia dipicu oleh performa positif bursa Wall Street dan penurunan harga minyak mentah global. Selain itu, prospek tercapainya kesepakatan sementara antara AS dan Iran juga memberikan dampak positif terhadap pasar saham.
Di sisi domestik, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2026 naik secara kuartalan meskipun mengalami penurunan secara tahunan. Selain itu, perlambatan inflasi pada bulan Juli 2026 memberikan sentimen positif bagi pasar meski masih ada volatilitas harga pangan.
Pergerakan Saham dan Frekuensi Perdagangan
Pada sesi perdagangan saham, IHSG berhasil bertahan di zona hijau sepanjang harinya. Sembilan sektor saham mengalami kenaikan, dengan sektor properti menjadi yang paling tinggi naik sebesar 2,72 persen.
Beberapa saham yang mengalami kenaikan harga antara lain SLIS, CBPE, TRUK, TALF, dan VKTR. Di sisi lain, saham seperti BACH, MORA, ENZO, PRDL, dan MBTO mengalami pelemahan harga.
Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.316.000 kali transaksi dengan saham yang diperdagangkan senilai Rp14,91 triliun. Dari jumlah tersebut, 422 saham mengalami kenaikan, 223 saham mengalami penurunan, dan 318 saham stagnan.
Di kawasan Asia, beberapa indeks saham juga mengalami kenaikan seperti Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Kospi, sementara Straits Times mengalami pelemahan.


