Monday, October 5, 2026
HomeHukumPerjalanan Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri Baru

Perjalanan Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri Baru

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo setelah pencalonannya memperoleh persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna.

Kapolri baru itu lahir pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sebelum mencapai jabatan tertinggi di Polri, Suyudi meniti karier selama lebih dari tiga dekade melalui fungsi reserse, sejumlah jabatan kewilayahan, pimpinan Polda, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, hingga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dibentuk dari pengalaman reserse

Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, Suyudi mendapat sejumlah penugasan di lingkungan Brimob sebelum banyak berkiprah di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ia pernah menjadi penyidik dan mengisi berbagai jabatan pada fungsi reserse, antara lain Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Pengalaman tersebut berlanjut ke jabatan kewilayahan. Suyudi pernah memimpin Polsek Metro Pasar Minggu, Polsek Metro Tanah Abang, dan Polsek Metro Penjaringan. Setelah itu, ia menjabat Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Pada 2017, Suyudi masuk ke jajaran Bareskrim Polri. Ia dipercaya sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber). Dua tahun kemudian, ia kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum.

Dalam posisi tersebut, Suyudi terlibat dalam penanganan berbagai perkara pidana umum, termasuk penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Saat itu, ia menyatakan akan melanjutkan penanganan perkara yang sebelumnya dikerjakan jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dari Polda Metro Jaya ke BNN

Pada 2023, Suyudi ditunjuk sebagai Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, tepatnya 26 Juni 2024, ia dipromosikan menjadi Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.

Rekam jejak penanganan perkara di Polda Banten mencatat 4.155 tindak pidana ditangani sepanjang 2024. Sebanyak 3.509 perkara di antaranya berhasil diselesaikan. Kasus-kasus tersebut mencakup kejahatan konvensional, perkara ekonomi, serta kejahatan berbasis internet.

Pada Agustus 2025, Suyudi dimutasi menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri dengan penugasan di luar struktur. Tidak lama kemudian, ia dipercaya menjadi Kepala BNN dan dilantik Presiden Prabowo pada 25 Agustus 2025 untuk menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom. Pangkatnya naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada September 2025.

Salah satu perkara besar selama memimpin BNN ialah pengungkapan jaringan narkotika internasional yang berkaitan dengan penyelundupan sekitar dua ton sabu. Dalam operasi tersebut, BNN bersama sejumlah pihak menangkap Dewi Astutik alias PA di Sihanoukville, Kamboja, pada Desember 2025. Narkotika dalam perkara itu diperkirakan bernilai sekitar Rp5 triliun.

Pendidikan dan pengangkatan sebagai Kapolri

Suyudi menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan mengikuti pendidikan Sespimti Polri. Ia memiliki gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K), Sarjana Hukum, dan Magister Sains. Pada 31 Januari 2026, Universitas Tarumanegara memberinya gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum.

Dalam pengabdiannya, Suyudi juga menerima sejumlah tanda jasa, termasuk Bintang Bhayangkara. Sebelum dilantik sebagai Kapolri, ia menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI. Persetujuan dalam Rapat Paripurna DPR kemudian membuka jalan bagi pelantikannya sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer