Monday, October 5, 2026
HomeHukumPassport Index 2026: Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia

Passport Index 2026: Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia

Paspor Malaysia masuk jajaran terkuat dunia dalam Passport Index Global Ranking 2026. Negara itu menempati peringkat kedua bersama Singapura dengan Mobility Score 175, hanya terpaut dari Uni Emirat Arab (UEA) yang berada di posisi teratas dengan skor 182.

Spanyol menyusul di peringkat ketiga dengan Mobility Score 174. Kenaikan posisi Malaysia dibandingkan pemeringkatan 2025 ditopang oleh luasnya akses perjalanan yang tercatat dalam indeks tersebut.

Malaysia di posisi kedua, Indonesia peringkat ke-56

Data Passport Index 2026 mencatat pemegang paspor Malaysia dapat mengakses 175 destinasi. Rinciannya, 129 destinasi dapat dimasuki tanpa visa, sedangkan 46 destinasi lainnya menyediakan visa on arrival. Sebanyak 23 destinasi masih mensyaratkan visa bagi warga Malaysia.

Indonesia berada cukup jauh di bawah Malaysia dalam daftar yang sama. Paspor Indonesia menempati peringkat ke-56 dunia dengan Mobility Score 89. Pemegang paspor Indonesia tercatat memiliki akses ke 89 destinasi melalui sejumlah skema perjalanan.

Akses tersebut terdiri atas 49 destinasi bebas visa dan 40 destinasi yang menyediakan visa on arrival. Selain itu, sejumlah destinasi memberikan fasilitas electronic travel authorization (eTA). Namun, 109 destinasi masih mencantumkan visa sebagai syarat masuk bagi pemegang paspor Indonesia.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia juga berada di bawah beberapa negara lain. Thailand menempati peringkat ke-53 dengan Mobility Score 93, sedangkan Timor-Leste berada di peringkat ke-46. Brunei Darussalam juga tercatat memiliki posisi lebih tinggi daripada Indonesia, meski sumber data tersebut tidak mencantumkan peringkatnya secara spesifik.

Mobilitas paspor dipengaruhi banyak faktor

Passport Index menggunakan Mobility Score untuk mengukur berbagai bentuk kemudahan perjalanan internasional, termasuk akses bebas visa dan visa on arrival. Karena itu, skor Malaysia mencerminkan jumlah destinasi yang memberikan kemudahan masuk kepada pemegang paspornya.

Kekuatan paspor umumnya juga dikaitkan dengan hubungan diplomatik, kesepakatan bilateral, kebijakan imigrasi, serta hubungan perdagangan dan pariwisata antarnegara. Malaysia disebut memiliki posisi ekonomi dan diplomatik yang penting di Asia Tenggara, faktor yang dapat berkaitan dengan kemudahan mobilitas warganya.

Meski demikian, peringkat paspor tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran kekuatan ekonomi atau kualitas suatu negara. Setiap lembaga pemeringkat memakai metode dan indikator yang berbeda sehingga hasilnya tidak selalu sama.

Hasil berbeda dengan Henley Passport Index

Perbedaan metode terlihat ketika data Passport Index dibandingkan dengan Henley Passport Index 2026. Dalam pemeringkatan Henley, Malaysia berada di peringkat ketujuh dunia dengan akses ke 183 destinasi tanpa visa sebelumnya. Indonesia berada di peringkat ke-69 dengan akses ke 70 destinasi dalam kategori yang sama.

Henley menjadikan jumlah destinasi yang dapat dimasuki tanpa visa sebelumnya sebagai dasar utama. Sementara itu, Passport Index menghitung Mobility Score yang mencakup beberapa bentuk akses perjalanan, termasuk visa on arrival.

Perbandingan peringkat paspor karena itu perlu disertai nama indeks dan tahun pemeringkatannya agar angka yang digunakan tidak tertukar.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer