Monday, October 5, 2026
HomeBisnisPLN EPI Tingkatkan Pemanfaatan Biomassa Desa lewat Biodes

PLN EPI Tingkatkan Pemanfaatan Biomassa Desa lewat Biodes

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan skema Biomassa dari Desa atau Biodes untuk memperkuat pasokan bahan bakar biomassa bagi pembangkit listrik. Program yang mulai diterapkan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sejak 2023 itu memadukan pemanfaatan limbah, budidaya tanaman energi, pertanian terpadu, serta pengelolaan rantai pasok oleh masyarakat desa.

Pengembangan Biodes dilakukan di atas lahan seluas 106 hektare. Tahapannya mencakup survei dan sosialisasi, penerapan sistem pertanian terpadu, panen, pengumpulan hasil di subhub, produksi biomassa melalui BUMDes, hingga pengiriman bahan bakar ke PLTU Adipala, Cilacap.

Menjawab keterbatasan pasokan biomassa

PLN EPI mengembangkan inovasi tersebut karena pasokan biomassa berbasis limbah siap pakai masih terbatas, baik dari sisi volume maupun kesinambungannya. Berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2022 yang menjadi acuan pengembangan Biodes, potensi biomassa jenis itu diperkirakan mencapai titik jenuh sekitar 2,4 juta ton. Sementara itu, kebutuhan untuk memenuhi target cofiring dalam RUPTL 2025-2034 masih menyisakan kesenjangan sekitar 7,6 juta ton.

Melalui Biodes, desa tidak hanya diposisikan sebagai penyedia bahan baku. Petani, BUMDes, pemasok, dan pembangkit dilibatkan dalam satu ekosistem produksi dan distribusi biomassa. Bahan baku yang digunakan dapat berasal dari limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan, serta tanaman energi yang dibudidayakan di lahan kering atau marjinal.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun pasokan yang berkelanjutan sekaligus memberi manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

“Inovasi Biodes merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Mamit dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, enam pendekatan utama diterapkan dalam program tersebut, yakni optimalisasi potensi biomassa desa, penanaman tanaman energi dengan pola tumpang sari, pengembangan rantai pasok berbasis spoke-hub, peningkatan kualitas dan kuantitas biomassa, digitalisasi melalui marketplace, serta integrasi desa dengan industri.

Target produksi dan perluasan wilayah

Officer Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Khalda Az Zahra menjelaskan, Biodes tidak semata-mata mengandalkan limbah yang telah tersedia. Tanaman energi juga ditanam secara produktif bersama tanaman pangan agar pasokan biomassa dapat berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan.

“Tidak hanya mengandalkan limbah yang sudah tersedia, Biodes juga mendorong penanaman tanaman energi secara tumpang sari dengan tanaman pangan,” ujar Khalda.

Rantai pasok itu diperkuat dengan model subhub dan hub. Biomassa dari berbagai sumber di desa dikumpulkan, diolah, lalu dikonsolidasikan sebelum dikirim ke pembangkit. Digitalisasi digunakan untuk mengintegrasikan proses tersebut, dengan tujuan meningkatkan efisiensi logistik serta menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan.

PLN EPI memproyeksikan Biodes dapat menambah pasokan biomassa hingga 15.000 ton per tahun, melibatkan 330 petani, memanfaatkan 106 hektare lahan marjinal, dan menciptakan 25 lapangan kerja baru. Program ini juga diperkirakan menambah pendapatan pekerja petani kecil hingga Rp100.000 per hari serta menurunkan emisi gas rumah kaca sekitar 6.750 ton CO2e.

Inovasi tersebut dipaparkan oleh tim PLN EPI yang terdiri atas Khalda Az Zahra, Pandu Trijaka, dan Nurlita Dewi Utami dalam Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026. Ke depan, pengembangannya diarahkan ke desa-desa di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, kemudian diperluas bersama mitra pemasok di luar Jawa dan ke berbagai lokasi PLTU cofiring. Secara bertahap, Biodes ditargetkan mencakup hingga 100 desa.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer