Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen Perum Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan strategis secara nasional menjelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Dalam keterangannya di Jakarta, Rizal menyampaikan bahwa Bulog akan menerapkan pola pengamanan pasar yang sama seperti saat Natal dan Tahun Baru 2025/2026, dengan turun langsung ke lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Perum Bulog saat ini mengelola ketersediaan stok beras sebesar 3,3 juta ton, yang terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah sebesar 3,22 juta ton dan stok komersial sebesar 95.523 ton. Selain beras, Bulog juga mengelola stok komoditas pangan strategis lainnya seperti gula pasir, jagung, dan minyak goreng. Stok pangan tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai instrumen utama dalam mendukung stabilitas harga menjelang perayaan Ramadhan, Idul Fitri, dan Imlek.
Bulog menegaskan kesiapannya dalam melaksanakan penugasan pemerintah terkait penyaluran bantuan pangan dan pengamanan harga minyak goreng MinyaKita. Distribusi minyak goreng dilakukan melalui skema domestic market obligation (DMO) dengan alokasi yang sudah ditentukan. Rizal juga menyatakan kesiapannya dalam menyalurkan bantuan pangan yang ditugaskan pemerintah kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dengan tujuan menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan menjelang perayaan Ramadhan hingga Idul Fitri, Bulog akan menyalurkan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng untuk Februari dan Maret 2026. Peran Bulog sebagai penyangga pangan nasional terus dijalankan untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.


