Monday, October 5, 2026
HomeFinansialBCA: Ekonomi Sulit Diprediksi, Nasabah Proteksi Kekayaan

BCA: Ekonomi Sulit Diprediksi, Nasabah Proteksi Kekayaan

Ketidakpastian ekonomi yang semakin tinggi membuat perencanaan kekayaan untuk jangka panjang menjadi lebih sulit, terutama karena perubahan global dan domestik berlangsung cepat serta saling berkaitan. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan nasabah terhadap solusi perlindungan kekayaan yang dapat membantu mengantisipasi risiko ekonomi di masa mendatang.

Executive Vice President Wealth Management BCA Indrawan B mengatakan proyeksi ekonomi untuk lima hingga 10 tahun ke depan kini tidak mudah dilakukan secara akurat. Perubahan yang terjadi dengan cepat membuat masyarakat perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan saat menyusun rencana keuangan jangka panjang.

“Kalau kita bicara ini kan ketidakpastian. Kita agak sulit untuk prediksi misalnya lima tahun ke depan mau bagaimana, 10 tahun ke depan mau bagaimana. Karena perubahannya sangat cepat,” kata Indrawan dalam konferensi pers Wealth Prestige Protection di Jakarta, Jumat.

Inflasi dan nilai tukar menjadi pertimbangan

Menurut Indrawan, keterhubungan ekonomi global dan domestik membuat perubahan di satu negara dapat memengaruhi negara lain. Karena itu, perlindungan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan nominal aset saat ini, tetapi juga kemampuan aset tersebut mempertahankan nilainya dalam jangka panjang.

Inflasi menjadi salah satu risiko yang perlu diperhitungkan. Nilai uang dalam jumlah yang sama dapat memiliki daya beli berbeda pada masa mendatang. “Uang Rp1 miliar sekarang dengan uang Rp1 miliar 10 tahun lagi mungkin akan sangat berbeda,” ujarnya.

Selain inflasi, kecenderungan nilai rupiah terhadap dolar AS juga disebut sebagai faktor penting dalam perencanaan perlindungan kekayaan. Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi nilai aset dan kebutuhan keuangan nasabah dalam jangka panjang.

Indrawan menilai solusi perlindungan kekayaan perlu dirancang dengan memperhitungkan beragam risiko tersebut. Nilai yang diterima nasabah, kata dia, diharapkan tidak hanya tetap stabil, tetapi juga dapat tumbuh untuk membantu mengimbangi tekanan inflasi.

“Harus up supaya bisa meng-cover inflasi dan segala macam. Termasuk currency-nya,” katanya.

BCA hadirkan solusi dengan denominasi dolar AS

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BCA menghadirkan solusi perlindungan Prestige Pro melalui kerja sama dengan AIA Indonesia. Produk itu dirancang untuk memberikan perlindungan jangka panjang hingga nasabah berusia 99 tahun.

Penggunaan denominasi dolar AS dalam produk tersebut, menurut Indrawan, menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi ketidakpastian nilai rupiah dalam jangka panjang. Namun, ia menekankan bahwa penawaran solusi wealth management tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing nasabah.

BCA tidak menetapkan target penjualan produk tertentu yang kemudian harus dikejar oleh tenaga pemasar. Pendekatan itu dipilih agar proses penawaran tidak semata-mata didorong oleh keinginan menjual produk, melainkan berdasarkan kebutuhan finansial nasabah.

“Kita tidak mau penjualan kita itu di-drive dari keinginan kita menjual. Yang kita mau adalah kita menjual berdasarkan angka yang nasabah kita butuh,” ujar Indrawan.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis kebutuhan memungkinkan solusi yang ditawarkan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan preferensi serta karakter nasabah yang dituju.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer